Selasa, 30 Agustus 2016

EKSKUL DRAMA



       Drama adalah karya seni berupa dialog yang dipentaskan. Drama kerap dimasukkan dalam ranah kesusasteraan karena menggunakan bahasa sebagai media penyampai pesan.
 
Menurut jenisnya, pementasan drama dapat digolongkan menjadi empat macam yaitu drama tragedi, drama komedi, melodrama, dan dagelan.

1.Drama tragedi adalah drama yang melukiskan kisah sedih. Tokoh-tokohnya menggambarkan kesedihan. Tokoh dalam drama tragedi ini disebut tragic hero artinya pahlawa yang mengalami nasib tragis.
 
2.Drama komedi adalah drama yang bersifat menghibur, di dalamnya terdapat dialog kocak yang bersifat menyindir , dan biasanya berakhir dengan kebahagiaan. Tokoh-tokoh dalam drama jenis ini biasanya tolol, konyol, atau bijaksana tetapi lucu.
 
3.Melodrama adalah cerita yang sentimental. Artinya tokoh dan cerita yang disuguhkan mendebarkan dan mengharukan. Tokoh dalam jenis drama ini biasanya digambarkan hitam-putih. Tokoh jahat digambarkan serba jahat, sebaliknya tokoh baik digambarkan sangat sempurna baiknya hingga tidak memiliki kesalahan dan kekurangan sedikit pun.
 
4.Dagelan (farce) adalah drama kocak dan ringan. Alurnya disusun berdasarkan perkembangan situasi tokoh. Isi cerita biasanya kasar dan fulgar. Drama jenis ini juga disebut komedi murahan atau komedi picisan.

Berdasarkan teknik pementasannya 
         
        drama dibedakan atas drama bentuk drama tradisional dan drama modern. Drama tradisional adalah seni drama yang berakar dan bersumber dari tradisi masyarakat, bersifat spontan dan improvisatoris.
Sedangkan drama modern adalah drama yang bertolak dari hasil sastra yang disusun untuk suatu pementasan. Jadi, perbedaan utama antara drama tradisional dengan drama modern terletak pada tidak ada atau adanya naskah.
Drama tradisional dapat dikelompokkan menjadi:
 
1.drama tutur (lisan dan belum diperankan): kentrung, dalang jemblung,
2.drama rakyat (lisan, spontan, dan cerita daerah): randai, kethoprak,
3.drama wayang/klasik (segala macam wayang): wayang kulit, wayang beber, wayang golek, wayang orang, langendriyan,
4.drama bangsawan (dipengaruhi konsep teater Barat dan ditunjang pengaruh kebudayaan melayu dan Timur Tengah): komedi bangsawan, komedi stambul.
 
Drama modern dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1.drama konvensional (sandiwara) adalah drama yang bertolak dari lakon drama yang disajikan secara konvensional.
drama kontemporer (teater mutakhir) adalah drama yang mendobrak konvensi lama dan penuh dengan pembaharuan, ide-ide baru, gagasan baru, penyajian baru, penggabungan konsep Barat-Timur.

Adapun unsur-unsur drama adalah:
1.Tema
2.Setting atau Latar
3.Alur atau Plot
4.Penokohan atau Perwatakan
5.Amanat
6.Bloking dan Akting
7.Tata Pentas.


Tokoh dalam drama dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:

1. Berdasarkan peran terhadap jalan cerita, ada tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh tritagonis.
a. Tokoh protagonis adalah tokoh utama cerita yang pertama-tama menghadapi masalah. Tokoh ini biasanya didudukkan penulis sebagai tokoh yang memperoleh simpati pembaca/penonton karena memiliki sifat yang baik.
b. Tokoh antagonis adalah tokoh penentang tokoh protagonis.
c. Tokoh tritagonis disebut juga tokoh pembantu, baik membantu tokoh protagonis maupun antagonis.
2. Berdasarkan peran dalam lakon serta fungsinya, ada tokoh sentral, tokoh utama, dan tokoh pembantu.
a. Tokoh sentral adalah tokoh-tokoh yang paling menentukan gerak lakon. Tokoh sentral merupakan biang keladi pertikaian. Dalam hal ini tokoh sentral adalah tokoh protagonis dan tokoh antagonis.
b. Tokoh utama adalah pendukung atau penentang tokoh sentral. Mereka dapat berperan sebagai perantara tokoh sentral. Dalam hal ini, yang berperan sebagai tokoh utama ialah tokoh tritagonis.
c. Tokoh pembantu yaitu tokoh-tokoh yang memegang peran pelengkap atau tambahan dalam mata rantai cerita. Kehadiran tokoh pembantu ini hanya menurut kebutuhan cerita. Tidak semua lakon drama menghadirkan tokoh pembantu.
Mengenal dan memahami tokoh mutlak dilakukan oleh calon pemeran, sebab akan memungkinkannya mengenal benar hubungan tokoh yang akan diperankannya dengan tokoh-tokoh lainnya. Dengan demikian, akan memperjelas sifat dan perilaku tokoh yang harus diperankannya.

Membaca naskah dan memahami tokoh harus diikuti dengan latihan pementasan. Latihan-latihan ini meliputi:
1.latihan sikap, gerak atau perbuatan agar tidak canggung, tidak kaku , dan tidak overacting,
2.latihan blocking (perpindahan dari satu tempat ke tempat lain),
3.latihan dialog (pembicaraan dengan tokoh lain) secara tepat,
4.latihan gesture (gerakan tangan dan kaki) secara wajar,
5.latihan vokal dengan artikulasi yang tepat,
6.latihan menggambarkan watak secara wajar,
7.latihan mimik (ekspresi wajah) sehingga agar meyakinkan penonton,
8.latihan pantomimik (gerakan-gerakan tubuh), dan
latihan memanfaatkan segala properti dan situasi pentas dengan baik.
Yang perlu dipahami, dialog pemain tidak harus sama persis dengan yang tertulis dalam teks. Pemain boleh saja menambahi atau mengurangi agar tercapai tingkat penjiwaan yang lebih tinggi.

Selamat datang diblog kami yang sangat sederhana

Ekskul Pramuka



A.Pengertian Kepramukaan
Kepramukaan
  Kepramukaan adalah nama kegiatan anggota pramuka Gerakan Pramuka yang didalamnya memilki proses pendidikandi luar lingkungansekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik,menyenangkan,sehat teratur,terarah,praktis yang dilakukan di alam terbuka atau out door. Materi Pramuka: KEPRAMUKAAN

B.Fungsi Kepramukaan
    a. Peserta didik, sebagai pendidikan,permainan (game) yang menarik,menyenangkan dan menantang.
       b. Pembina Pramuka/Anggota Pramuka dewasa, sebagai pengabdian (karya bakti).
       c. Masyarakat, sebagai alat pembinaan dan pengembangan generasi muda.
C.Prinsip Dasar Kepramukaan
            Prinsip adalah suatu pegangan yang memilki nilai yang tinggi dan harus di junjung tinggi dan adapun prinsip dasar daripada Kepramukaan yaitu:
a.     Iman dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.     Peduli terhadap bangsa,Negara,sesame manusia dan alam serta isinya.
c.      Peduli terhadap diri sendiri
d.     Taat Kepada Kode Kehormatan Pramuka

D.Kode Kehormatan Pramuka adalah suatu norma adalah kehidupan Pramuka Yang ukuran atau standar tingkah laku Pramuka di Masyarakat. Kode kehormatan Pramukaan merupakan janji dan ketentuan moral Pramuka. Kode kehorematan Pramuka terdiri atas :
a. Satya Pramuka : merupakan janji Pramuka
b. Darma Pramuka : merupakan ketentuan moral Pramuka.
E. Motto Gerakan Pramuka
          
  Motto ialah semboyan yang diciptakan dalam usaha untuk memberikan spirit kepada anggota dlam visi dan misi lembaga. Motto Gerakan Pramuka merupakan motto tetap dan tunggal bagi Gerakan Pramuka : “SATYAKU KUDARMAKAN, DARMAKU KUBAKTIKAN”.
F. Metode Kepramukaan
            Metode Kepramukaan adalah bentuk dan tata caraa pelaksanaa kegiatan.
Adapun metodenya yaitu:

1.     Pengamalan Kode Kehormatan pramukaan
2.     Belajar sambil melakukan
3.     System kelompok
4.     Kegiatan yang mengandung pendidikan,perkembangan.
5.     Kegiatan di alam terbuka
6.     System tanda kecakapan
7.     System tanda satuan untuk putera dan puteri. 8, system Among.

Prinsip Metode Pendidikan Kepramukaan

1.     Prinsip Sukarela
a.     Menjadi angota Gerakan Pramuka dilandasi jiwa sukarela berarti tulus,ikhlas,tanpa pamrih, mengutamakan kewajiban,bukan berarti hatrus mengsampikan hak antara kewajiban dan hak hendaklah seimbang.
b.     Menjadi anggota Gerakan Pramuka bukan adanya tekanan atau paksaan dari pihak manapun.
c.      Seorang Pembina Pramuka dilandasi ketulusan hati dalam mendidik anggotanya tanpa minta imbalan materi atau gaji. Mengingat siaft kepramukaan adalah sukarela.
Prinsip kehormatan Pramuka

            Kode kehormatan Pramuka adalah norma atau aturan tingkah laku Pramuka.  Berikut kode kehormatan Pramuka.

a.     Kode kehormatan Pramuka Siaga adlah Dwi Satya dan Dwi Darma
b.     Kode kehormatan Pramuka Penggalang adalah Try Satya dan Dasa Darma
c.      Kode Kehormatan Pramuka Penegak/Pandega adalah Try Satya dan Dasa Darma
 Prinsip system Tanda Kecakapan
             
Ada dua kecakapan pada Gerakan Pramuka yaitu:

1.     Tanda keckapan umum
2.     Tanda kecakapan khusus
Kedua kecakapan tersebut bisa diperoleh melalui uji kemampuan.
Tujuan tanda kecakapan bagi setiap anggota pramuka adlah memotivasi bagi setiap anak didik, agar giat belajar serta meningkatkan prestasinya dalam Kepramukaan maupun di bidang lainnya dan lebih berkarya. Tentu saja setiap anggota Pramuka yang mendapat tanda kecakapan merupakan prestasi dan penghargaannya yang diberi Pembina Pramuka.
Tenaga Pendidik
  • Pembina Pramuka
  • Pelatih Pembina
  • Pembantu Pembina
  • Pamong Saka
  • Instruktur Saka

Peralatan yang dipersiapkan untuk berkemah

Peralatan berkemah ini digunakan secara bersama-sama atau berkelompok satu regu atau sangga. Sehingga untuk mempersiapkannya dibutuhkan koordinasi atau pembagian pada masing-masing anggota kelompok. Usahakan pembagian penyiapan peralatan ini merata ke semua anggota kelompok. Contoh peralatan kemah yang harus dipersiapkan secara bersama-sama (berkelompok) adalah :
1.     Tenda Pramuka dan perlengkapannya seperti tiang tenda, tali tenda, pasak, dan palu pemukul pasak.
2.     Peralatan memasak, seperti kompor masak, panci, wajan, timba air, sendok sayur, pisau, dll.
3.     Bahan makanan, seperti beras, mi instan, dan lauk.
4.     Tikar tenda
5.     Cangkul kecil untuk membuat parit air di sekitar tenda
6.     Kompas
7.     Bendera Merah Putih, bendera WOSM, dan bendera Tunas Kelapa (bendera gudep atau kwartir)
8.     Lampu penerangan